Isep dan Asep (Kemenangan dan kebahagiaan) Bagian 4

   Orang-orang berhamburan layaknya karang di hempas ombak, Asep terdiam tanpa kata ia tercengang dengan kekuatan yang dia miliki, seketika dunia mengubah nya menjadi sosok yang di kagumi kaum hawa, eh kok jadi merinding gini yah apa gua salah nulis hahaha.....,

   Meluncur dengan cepatnya dengan kecepatan pesawat tempur kim jong un pereman itu sampai.
Preman : Hei kampret mau kemana sia goblog
Asep     : Asep tetap selow karna ku selow tetap selow santai sangat selow.
Brak, bug dar, gembreng bunyi gelas kaca terlempar ke daratan, tukang parabot pun merasa merugi di kala itu. kedua nya saling menikam satu sama lain tanpa ampun cilor yang terjatuh pun terinjak injak oleh kedua nya.
hingga suatu ketika pereman pun mengakui kekalahan dan lari terbirit-birit ketakutan karena melihat wajah Asep seperti waria thailand wwkwkwkwk.
melihat keganasan kekuatan nya yg ia miliki. Asep beranjak pergi dari kawasan bertemunya penjual dan pembeli sambil mengambil cilor yang terjatuh dan mengumbah nya hingga bersih lalu ia bekal untuk makan di esok hari.

Hari telah berlalu musim pun telah berganti, burung-burung pun bernyanyi bungapun tersenyum melihat kau hibur hatiku, matahari kembali pada poros nya.. isep melanjutkan hidup nya yang sekian lama terpisah dari kakaknya, untuk memperjuangkan hidup nya isep menjadi pemulung antar kota dan hasilnya untuk makan karena hidup itu keras sekeras hatimu yang ga peka peka ... beberapa bulan kemudian isep bertemu dengan pujaan hati asli dari majalengka, yang bernama popon dia orang kaya tanah nya dimana mana, sungguh beruntung nasib isep, dengan ketampanannya ia berhasil memnggait hati popon dan merayu untuk menjual tanah nya yang di majalengka untuk di jual dan membeli rumah di sukabumi, tapi popon menolak nya... waas bor.

Bersambung .......

Komentar

Mimin mengatakan…
haha sianying
kunobbyto mengatakan…
ko baunya ampe sini??
Obbyto kun mengatakan…
jangan calangap

Postingan populer dari blog ini

Wajib Coba Aplikasi Android Penghasil Uang Real Bukan Tipu Tipu

Bangsat Syari'ah