Bangsat Syari'ah
Hallo namaku cimen siapakah namamu? ohhh tentu saja aku tau pasti huruf awal kamu berasal dari huruf abjad katakan bangsat katakan bangsat.. dalam suatau masa terjadi kegaduhan di pasar jiwa yang letaknya tidak jauh dari pesantren al-ikhlas, seorang ibi ibi berteriak dengan kencang seketika menggetarkan seluruh alam semesta eh maksudnya alam tukang daging, si alam pun kaget "bu kenapa bu santuy kan istigfar", ibi-ibi menangis lalu berkata copet-copet aaaaa dompet ku. cimen langsung melakukan jurusnya yaitu seribu langkah menuju jalanan yang telah ia rancang, berlari kencang cimen dikejar oleh 20 orang pemuda dan 12 orang tua dan 2 meninggal :), "maaf tanganku gatel". Bangsat bangsat bangsat bangsat itulah teriakan para tokoh yang menjadi pahlawan bagi ibu itu, 3 jam berlalu cimen lepas dari kejaran manusia terpilih itu ciemen bersyukur hari ini dia mendapatkan 9 dompet di kolong kasur nya lalu dia membuka satu persatu isi dompet tersebut, dia kaget melihat foto di salah satu dompet rampasan nya dia mulai berfikir dan mengingat ingat, foto siapa ini sepertinya aku kenal!! oh iya aku tau ini kan kakek sugiono, sungguh ku dzolim merampas dompet orang yang sudah tidak berdaya lalu dia bergumam ah gak apa apa deh sing penting perutku kenyang :). Malam pun memadu kasih dengan sang rembulan tak terasa pagi memancarkan sinarnya cimen bergegas menuju tempat kerjanya dia sembari duduk diatas batu dengan segelas kopi hangat di temani oleh sendal yang dia pakai, mata nya jeli melirik kesana kesini layaknya mata kuda yang sangat tajam. dia menemukan target oh tidak apakah kamu merasakan nya? oh tetu saja katakan peta katakan peta, apakah kamu melihat dompet nya? ohh tentu saja. Apa sih bangsat :). dia langsung melakukan aksinya, target nya seorang kakek tua berpakaian agamis dengan sarung nya yang ia pakai dengan tas soren yang terkait di lehernya. cimen langsung menghampiri tangan nya mulai bergerilia menuju suatu persinggahan yang nyata :) menuju target dompet yang ada di dalam tas nya. baru menuju kedalaman 2 cm tangan nya lalu terhenti. dengan dekapn tangan kakek kakek tua itu memegang tangan si cimen. Hei sedang apa kau tidak sopan kau, tatapan kekek kakek itu langsung berubah seketika, "Apakah kau anak ku yang hilang sekian lama diambil tukang rongsok pada waktu itu". cimen langsung terdiam membusuk ehh membisu, lalu cimen diam lalu menatap kekek tua itu dan melihat mata nya lali cimen bergumam "masa dia ayah ku kalo di lihat dari bulu hidung nya mirip dengan ku sama hitam lurus, tapi apakah dia benar ayah ku" lalu cimen menangis tersedu sedu mendekap kakek kakek itu. lalu pergi menuju mesjid dan ia bertaubat mengakui kesalahan nya.
apakah cerita ini tidak jelas? ohhh tentu saja .....

Komentar